Dari pengenalan teknologi hingga inovasi mandiri, dari internasionalisasi pasar hingga internasionalisasi perusahaan, Lingong Group kini memulai perjalanan baru globalisasi dengan tingkat kemandirian dan kepercayaan diri yang lebih besar—membuka babak baru bagi manufaktur kelas atas Tiongkok dalam menembus pasar dunia.
Pada musim gugur emas yang penuh panen ini, dari 27 hingga 30 September 2025, 3rd SDLG Global Partners Convention—sebuah ajang industri berskala global bagi sektor mesin konstruksi—resmi digelar di Linyi, Shandong.
Pada sore hari tanggal 27 September, Wang Zhizhong, Chairman dari Lingong Group, memberikan wawancara kepada media. Dalam kesempatan tersebut, ia untuk pertama kalinya membahas “perpisahan” perusahaan dengan Volvo Construction Equipment setelah 19 tahun kerja sama. Ia juga memaparkan strategi globalisasi baru Lingong Group serta untuk pertama kalinya membagikan pandangannya mengenai tujuan Rencana Lima Tahun ke-15 perusahaan.

19 Tahun Bersama Volvo CE: “Pembaptisan Globalisasi” yang Mendalam dan Peningkatan Sistematis
Sejak menjalin kemitraan dengan Volvo Construction Equipment pada tahun 2006, Shandong Lingong Construction Machinery (SDLG) memulai perjalanan kerja sama internasional yang luas dan mendalam. Kemitraan ini tidak hanya memberikan dukungan teknologi dan manajemen bagi SDLG, tetapi juga, melalui operasi independen dan strategi dua merek, secara signifikan meningkatkan pengakuan perusahaan di tingkat global.
Pada Juni 2025, Lingong Group mengumumkan akuisisi atas 70% saham Volvo CE di SDLG. Per 1 September, proses transfer kepemilikan tersebut telah sepenuhnya diselesaikan.
Ketika ditanya mengenai nilai dari kerja sama selama 19 tahun tersebut, Chairman Wang Zhizhong menggambarkannya sebagai “pembaptisan globalisasi yang mendalam serta peningkatan sistematis.” Ia menjelaskan bahwa SDLG menyerap teknologi dan sistem manajemen Volvo CE, sekaligus melakukan iterasi dan peningkatan menyeluruh dalam teknologi produk. Pada saat yang sama, perusahaan memperkenalkan model manajemen inovatif “All involve in”—melompat dari tahap pengenalan, pencernaan, dan penyerapan menuju penciptaan ulang, serta membangun sistem penelitian dan pengembangan yang sepenuhnya mandiri. Dengan menggabungkan praktik lokal dan standar internasional, SDLG berhasil membentuk mekanisme operasional dengan karakteristik khasnya sendiri, sehingga memperoleh keunggulan kompetitif dibandingkan merek-merek domestik utama.
Di bidang manufaktur, SDLG sepenuhnya menerapkan dan memperdalam praktik lean production. “Di antara 18 pabrik manufaktur global Volvo CE, pabrik kami menempati peringkat kedua dalam kinerja lean production, dan kami juga menjadi perusahaan pertama di industri domestik yang memenangkan EFQM Global Excellence Award,” ujar Wang.
Wang menegaskan bahwa berakhirnya kemitraan tersebut merupakan keputusan bersama yang dicapai melalui konsultasi yang bersahabat, berdasarkan kondisi pasar global saat ini serta strategi pengembangan masing-masing pihak. “SDLG telah mempersiapkan diri dengan baik untuk hal ini. Ke depan, pertumbuhan internasional kami tidak lagi terbatas, sehingga kami dapat merespons kebutuhan pelanggan global dengan lebih fleksibel. Ini menandai tonggak penting dalam sejarah perkembangan SDLG,” katanya.
Berlayar Secara Mandiri: Dari “Internasionalisasi Pasar” Menuju “Internasionalisasi Perusahaan”
Berakhirnya kerja sama tersebut memberikan Shandong Lingong Construction Machinery (SDLG) otonomi dan efisiensi yang lebih besar dalam pengambilan keputusan. Menurut Mr. Wang, saat ini SDLG memiliki keunggulan kompetitif yang jelas dalam teknologi produk, manufaktur, manajemen perusahaan, kecerdasan buatan (AI), serta digitalisasi, dengan kemampuan untuk bersaing secara langsung dengan merek-merek global. Ke depan, perusahaan akan secara tegas mendorong strategi “internasionalisasi menyeluruh”—tidak hanya menjual produk ke luar negeri, tetapi juga memperluas riset dan pengembangan, pemasaran, layanan, pasokan suku cadang, serta manajemen keuangan secara global.
SDLG juga menetapkan tujuan strategis yang ambisius, yaitu “membangun kembali SDLG baru di pasar luar negeri,” yang berarti bisnis internasional diharapkan dapat mencapai skala yang sebanding dengan operasi domestiknya saat ini. Mr. Wang menjelaskan bahwa untuk mewujudkan visi tersebut diperlukan perubahan mendasar—dari “internasionalisasi pasar” menuju “internasionalisasi perusahaan” yang sesungguhnya.

Strategi globalisasi baru Shandong Lingong Construction Machinery (SDLG) didefinisikan sebagai “kemajuan menyeluruh, terobosan terarah, dan pembangunan kerangka baru internasionalisasi.”
Terobosan terarah berarti memusatkan sumber daya pada pasar-pasar inti global—terutama 20 negara teratas yang menyumbang sekitar 80% pangsa pasar dunia. Di pasar-pasar tersebut, SDLG akan menerapkan model platform akuntansi independen, dengan memberikan kewenangan pengambilan keputusan penuh kepada tim di garis depan untuk mencapai terobosan yang cepat sekaligus menciptakan efek percontohan.
Sementara itu, kemajuan menyeluruh mengacu pada upaya lokalisasi yang mendalam dan komprehensif, termasuk mendirikan basis produksi dan anak perusahaan di luar negeri, membangun platform pembiayaan internasional, melokalisasi tenaga kerja, saluran distribusi, serta layanan, dan membangun ekosistem industri luar negeri yang lengkap.





